Tabungan anak di bank, celengan, atau aplikasi?
Apa yang diajarkan masing-masing tempat menabung, dengan angka dari produknya sendiri, dan kapan anak siap punya rekening.
Tabungan anak adalah uang yang disisihkan anak untuk dipakai nanti, entah disimpan di celengan, di rekening bank atas namanya, atau dicatat di aplikasi.
Banyak anak pertama kali menabung lewat celengan, lalu dibukakan rekening oleh orang tua saat masuk sekolah. Keduanya baik, tetapi tidak mengajarkan hal yang sama.
Program Simpanan Pelajar (SimPel) yang digagas OJK diluncurkan pada 14 Juni 2015 untuk pelajar TK sampai SMA. Setoran awalnya Rp5 ribu, atau Rp1 ribu untuk SimPel syariah. Lalu, mana yang paling cocok untuk anak usia 5 sampai 10 tahun?
Apa yang diajarkan rekening bank?
Rekening mengajarkan bahwa uang bisa disimpan dengan aman di luar rumah. Menurut siaran pers OJK, setoran berikutnya di SimPel cukup Rp1 ribu, jadi anak bisa ikut menyetor sendiri. Pengalaman menyetor di bank dan melihat saldo tercetak di buku tabungan tidak didapat dari celengan.
Namun bunganya kecil. Ringkasan produk Uang Saku dari Bank Raya, rekening untuk anak 10 sampai 16 tahun, mencantumkan suku bunga 0,5 persen setahun.
Kelebihannya ada pada perlindungan. Simpanan di bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama bunganya tidak melebihi tingkat penjaminan, yang di lembar Bank Raya tercatat 3,50 persen. Celengan dan aplikasi tidak punya perlindungan seperti itu.
Rekening juga belum tentu menambah tabungan. Uji coba acak di Ghana oleh Berry, Karlan, dan Pradhan (2018) menemukan tabungan pelajar berpindah ke rekening sekolah. Namun total tabungan dan pengetahuan mereka tidak bertambah setelah sembilan bulan.
Apa yang diajarkan celengan dan aplikasi?
Celengan, terutama yang bening, membuat tabungan terlihat. Menurut Capaian Pembelajaran Matematika (2024), bilangan ribuan baru diajarkan di kelas 3 dan 4.
Anak yang lebih muda karena itu lebih mudah memahami isi yang naik daripada angka saldo. Kekurangannya, celengan tidak berbunga, dan uang di dalamnya mudah diambil diam-diam.
Aplikasi bisa mengisi bagian bunga. Di JarSave, uangnya tetap dipegang orang tua, sedangkan aplikasi mencatat hasil usaha anak. Bunganya dibayar orang tua sendiri, antara 6 dan 8 persen setahun.
JarSave bukan bank, dan tabungan di dalamnya tidak dijamin LPS. Fungsinya mengajarkan cara uang tumbuh, bukan menyimpan uang sungguhan.
Tiga hal yang bisa dicoba di rumah
- Mulai dari celengan bening. Untuk anak 5 tahun, isi yang terlihat naik lebih bermakna daripada angka di layar.
- Buka rekening saat anak bisa membaca ribuan. Di kurikulum, itu sekitar kelas 3, saat anak berusia 8 atau 9 tahun.
- Beri "bunga" dari orang tua. Tambahkan sedikit setiap tanggal 1 untuk uang yang tidak dipakai sebulan penuh, dengan aturan yang sama setiap bulan.
Ketiganya bisa berjalan bersama: celengan untuk melihat, bank untuk menyimpan, dan aplikasi untuk belajar bahwa uang yang ditunggu bisa bertambah. Uangnya sendiri bisa datang dari uang jajan yang dibayar rutin.

