JarSaveBLOG

Anak minta mainan terus: kapan bilang tidak?

Penelitian tentang menunda keinginan memberi tiga petunjuk sederhana: tunjukkan gambarnya, pecah targetnya, dan tepati janji.

JarSave Team ·

Menunda keinginan, dalam psikologi disebut delay of gratification, adalah kemampuan menahan diri dari hadiah kecil sekarang demi hadiah yang lebih besar nanti.

Anak usia TK bisa minta mainan baru hampir setiap kali melewati rak toko. Ini wajar, karena kemampuan menahan keinginan memang baru tumbuh di usia itu.

Biro Perlindungan Finansial Konsumen Amerika Serikat (CFPB, 2016) menyebut kemampuan menunda keinginan sebagai fondasi yang mulai dibangun sejak usia 3 sampai 5 tahun. Lalu, kapan orang tua sebaiknya bilang tidak, dan bagaimana caranya?

Apa yang membuat anak sanggup menunggu?

Dalam eksperimen Walter Mischel dan Bert Moore (1973), anak prasekolah yang hanya melihat gambar hadiahnya bisa menunggu sekitar sembilan menit. Ketika hadiah aslinya yang diletakkan di depan mereka, rata-rata mereka hanya bertahan sekitar satu menit (Metcalfe dan Mischel, 1999). Bahkan 13 dari 16 anak dalam kelompok gambar bertahan sampai batas 15 menit.

Kepercayaan juga berperan. Kidd, Palmeri, dan Aslin (2013) menemukan anak berusia sekitar 4,5 tahun menunggu jauh lebih lama setelah orang dewasa di sekitarnya terbukti menepati janji.

Metcalfe dan Mischel menjelaskan bahwa benda aslinya memicu keinginan yang "panas" dan sulit ditahan. Gambar membuat anak memikirkannya dengan lebih tenang.

Jadi, ada dua hal yang membantu anak menunggu. Keinginannya terlihat dalam bentuk gambar, dan janjinya ditepati.

Bagaimana bilang tidak tanpa membuat anak berhenti berharap?

"Tidak" yang paling berguna adalah "belum". Bandura dan Schunk (1981) meneliti 40 anak berusia 7 sampai 10 tahun yang sedang belajar berhitung.

Target kecil yang dekat membuat mereka cepat maju. Target besar yang jauh tidak berpengaruh sama sekali.

Mainan seharga Rp150 ribu bisa dipecah menjadi beberapa langkah kecil yang kemajuannya terlihat. Alasan penolakan juga perlu jelas dan bisa diulang anak, misalnya "uangnya belum cukup", bukan sekadar "nanti saja".

Kapan "tidak" memang berarti tidak?

Ada keinginan yang memang tidak akan dibeli, misalnya karena belum aman untuk usianya. Alasan seperti itu sebaiknya disebut terang-terangan, supaya anak tahu jawabannya soal barangnya, bukan soal dirinya.

Menurut CFPB, anak 6 sampai 12 tahun mulai paham menabung untuk pembelian di masa depan. Anak yang sudah punya uang jajan sendiri bisa diajak menimbang sendiri. Pertanyaannya bergeser dari "boleh atau tidak" menjadi "cukup atau belum".

Tiga hal yang bisa dicoba di rumah

Di JarSave, anak memotret keinginannya, orang tua menentukan harganya, dan setiap latihan menambah isi toples menuju harga itu. Bilang tidak hari ini terasa lebih ringan ketika anak tahu jalannya.

TagKeinginanMenabungRisetTips